Kappo'

Rasa pegal tubuhku masih benalu. Suara hilang ditelan tiga kota. Demam berkali-kali mengancam tapi tak pernah berhasil memalutku. Pagi ini aku mandi lebih awal. Mengusir pening di kepala yang sejak kemarin mulai bermukim. Semalam aku pun tidur lebih awal mengabaikan suasana Jogya dimalam hari. Pagi ini pula menjadi pagi kesekian tanpa kopi. Barangkali faktor tanpa kopi itulah yang buat kepala pening dan tubuh disesaki pegal.

Rasa pegal sepertinya akan betah di tubuhku, sebentar jelang siang, kembali harus menempuh perjalanan 10 jam menuju Surabaya lalu besok naik kapal sehari semalam menuju Makassar. Di Makassar, tak ada waktu untuk bermalas-malasan ditempat tidur--menghilangkan pegal di tubuh. Sebukit kesibukan telah menanti. Dan yang paling mengesankan adalah akan ada perjalanan kembali ke Bulukumba naik motor kurang lebih 4 jam, lalu satu dua hari kembali ke Makassar.

Sepertinya bulan September dan Oktober menjelma bulan perjalanan. Aku tak tahu sejauh mana tubuhku mampu bertahan melawan perjalanan itu. Jika tubuhku tak sanggup, aku hanya ingin berakhir dipelukmu, sebagai kekasih. Selain pegal, dan suara hilang ,satu hal lagi yang tak terhindarkan pagi ini, perut resek, terlalu manja untuk saja kamar belakang bagus. Jika saja perut ini resek saat di malang, dimana kamar belakang bermasalah, betapa mengerikannya.

Perjalanan tak punya sisi keseruan jika berjalan lancar, harus ada sakitnya. Jika ada bulan di tahun ini yang harus tercatat dalam sejarahku tentu adalah September dan Oktober serta bulan pergimu yang aku lupa bulan apa??

 Yogyakarta, 5/10/2015


Malang, Jawa Timur ketika itu bersama Ilham Achmad dan Akmal Salam




  • Malang, Jawa Timur ketika itu bersama Ilham Achmad dan Akmal Salam

4 Komentar