Dan Cinta Memang Selalu Sederhana

aku sedang menunggu jemputan dengan tiga karung kecil berisi cengkeh. jalan kaki sambil memikul jadi hal mahal karena malas, juga korban iklan.

suara motor telah bermukim di kepala orang. mengurangi capek dan membuncitkan perut. obat pegal diperankan para wanita berdandan,
dan pria berdasi: cantik dan gagah
jalan kaki dari kebun pulang ke rumah adalah kemunduran. katanya

jalan-jalan mulai mulus, tapi pikiran banyak berlubang. serupa rindu yang terus menemukan lubang lolos dari logika. seolah semua benar, seolah saja. tak benar-benar.

aku masih menunggu jemputan di pinggir jalan. duduk di atas karung, mencari orang jalan kaki sambil memikul hasil panen. tak ada. waktu benar-benar telah berlari kencang, hingga ke kamar mandi dan dapur.

bagaimana menjelaskan perihal cinta yang sederhana di kampung ini kepadamu. saat kelak kau benar-benar tiba sebagai seorang pengunjung atau bagian dari kampung ini.

tapi, bukankah cinta selalu sederhana, yang buatnya rumit dan runyam adalah keinginan dan khayalan.

jadi, aku tak perlu menjelaskan apa-apa. kau akan tiba dengan cinta di hatimu dan cinta menyambutmu. seperti aku akan menyambut jemputan yang akan membawaku pulang ke rumah, membawa hasil panen...

Kindang, 21 Oktober 2018