Jalan yang Selalu Saja Sama; Kamu

kita tiba pada banyak hal. pada teka teki itu. ruang serasa sempit dan jalan semakin panjang tergesa.


benang kusut bertumpuk di kepala. panci satu persatu bocor di atas kompor. semakin kelam malam, semakin gerah pagi.


kau bisa jadi jarum menjahit semua luka di sekujur waktu. kau bisa jadi gula dituang pada gelas teh. membikin pagi punya cerita.


pada aku, jalan berubah puluhan rambu lalu lintas untuk sampai padamu. itu semakin jauh, semakin rumit.


sedang kunikmati teh, pada gelas yang sejak kemarin dicuci. gelas itu tersimpan di rak piring yang belum dibersihkan sejak lima bulan lalu. debu telah membentuk peta perjalanan.


aku bayangkan (aku suka membayangkan semua perihal adalah kamu). air dalam gelas itu adalah peluhku sendiri yang berjalan sendiri pada pencarian; tentangmu.


dan kau semakin jauh saja, semakin sulit ditemukan dan semakin banyak air keluar dari poriku. tubuhku berubah sumur di kemarau.


jalan-jalanw semakin panjang, piring-piring di dapur semakin menumpuk hendak di cuci, sumur dalam tubuhku perlahan kering, perlahan susut dan perlahan semua menjadi kamu


aahh, malam-malam selalu sampai pada pagi, seperti pagi ini, selalu saja sama, di mana aku mencintaimu, menempuh jalan panjang yang rumit..


Rumah kekasih, 2 November 2018





Terbaru