Sekalipun



Puisi; Irhyl R Makkatutu

sejauh mana kau akan berjalan
dan puisi akan tetap mengikutimu
atau lagu kesukaanmu
yang kau nyanyikan di kamar mandi atau dalam hati

puisi dan dirimu, es buah di meja makan
sabun pencuci piring di dapur
tak ada tawar menawar
es buah harus bercampur dengan beberapa buah
dengan irisan kecil
dan sabun harus pula disirami air

di jalan dekat lampu merah
kau akan ingat
bahwa kelak kita akan singgah
memesan es buah
peluhmu membulir
siang itu, yang akan datang
kau akan menikmati pula mataku
dan aku menikmati rimbun alismu
pergilah sejauh bisamu

dan puisi akan terus mengikutimu
akan kau baca saat terbaring sendiri
atau saat merasa asing di tengah kota
puisi-puisi yang kuutus untukmu
tak pernah pulang
tak pernah
ia terus saja mengikutimu
temanimu, menemanimu
pada saat paling tak kau inginkan sekalipun

Makassar-Gowa, 7-12 Nop 2018