Malam yang Hilang di Sebuah Kota

Ini hari yang terasa lebih panjang dari biasanya. Ia bosan mondar mandir dari kamar ke ruang tamu, ke dapur, ke ruang tamu, ke kamar. Begitu saja hingga sore ini.


Sedari pagi ia telah siap keluar rumah, tapi hujan datang dengan amat manja, berhenti saat siang hari. Jas hujan yang bisa menghuni sadel motornya sedang dipinjam seseorang. Meminjamkan pada yang lebih membutuhkan tentu jauh lebih baik. Dan ia dengan tabah menunggu hujan reda.


Saat hujan reda, acara yang akan dikunjunginya telah bubar. Ia batal keluar rumah. Tinggal di rumah seharian bukanlah hal baru baginya. Apalagi saat laptopnya belum rusak, ia lebih suka menghabiskan waktunya di rumah, akan keluar ke tempat teman atau warkop saat usai salat isya.


Dua minggu  ini, laptop itu rusak. Tak ada yang bisa dilakukan selain mencari laptop baru, tapi laptop rusak berarti laporan rekeningnya juga akan malas berbunyi (ini terlalu dramatis, kamu boleh tidak mempercayainya)


Rasa bosan itu sangat berbahaya, ia bisa sampai di kepala lalu membuatnya pening. Rasa bosan bisa pula tiba dengan cepat ke hati lalu membuatnya galau dan terasa hampa. Bosan adalah penyakit yang berbahaya. Ia sedang merasakan itu.


Namun, seberbahaya apa pun rasa bosan, bagi orang yang kreatif ia bisa menjadikan kebosanan itu jembatan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Sesuatu yang bisa mengalihkan pikirannya dari rasa bosan itu.


Ia sedang berpikir bagaimana keluar dari rasa bosan ini. Di kepalanya sedang tumbuh ide untuk melakukan hal yang pernah di sukainya dulu, berkeliling kota saat malam telah jatuh pada titik larutnya yang romantis.


Meski cukup sulit sekarang ini menemukan kenyamaman malam yang benar-benar sepi di sebuah kota, malam seakan telah kehilangan identitasnya, sakral, menakutkan, penuh mistik, sepi, gelap. Saat ini malam yang seperti itu telah kehilangan rohnya.


Ini hari yang terasa sangat panjang. Untuk pertama kalinya ia merasakannya. Media sosial tak mampu jadi hiburan, maka nanti malam saat sedang larut ia akan keluar malam, berkeliling kota mengendarai motornya dengan sangat pelan.


Ia tak perlu takut dengan malam, malam telah kehilangan rohnya sebagai malam, yang ditakutkan hanyalah begal dan genk motor yang bisa beraksi kapan saja, tak peduli malam atau siang. Barangkali roh malam yang gelap dan menakutkan telah pindah hati para begal dan genk motor itu...


Jika kau menemukan seseorang nanti malam, saat malam sedang larut sedang mengendarai motor dengan sangat pelan, barangkali itu adalah dirinya


Rumah kekasih, 13 Des 2018