Januari, Bulan Luka Parah (3)

Adakah yang lebih tergesa pergi dan tiba selain waktu??

Pertanyaan itu terus saja tumbuh di kepalanya beberapa hari ini. Membuat keningnya kerap berkerut. Jawaban dari pertanyaan itu tarik ulur. Ia kadang malas memikirkan pertanyaan serupa itu, tapi jika itu berhubungan dengan kamu, ia tak punya alasan maka dengan ikhlas akan memikirkannya.

***

Kemarin, ia hanya berhasil menulis yang di atas itu. Bukan karena apa-apa, tapi ia melakukan beberapa hal. Ketika ia bangun pagi, dua orang adikmu (sepupumu) telah menyita waktunya untuk bermain.

Tak ada sempat menulis tentangmu, sebab arah langkahnya selalu saja diikuti, seperti kamu dulu. Bermain dengan kedua sepupumu itu, bukanlah upaya lari dari ingatan tentangmu, tapi ingatan itu kian tumbuh subur. Kisahnya bersamamu seakan terulang.

Ia kerap berpikir untuk menjadi Stillman dalam film Time Freak di mana ia bisa menciptakan mesin waktu untuk mendapatkan kesempatan kedua. Jika ia bisa melakukan itu, ia tak akan menunda kepulanganmu, tak akan, sebab itu telah jadi jalur takdirmu, yang akan ia lakukan adalah menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu.

Bukankah waktu yang paling berharga bukanlah waktu yang banyak dan panjang, tapi waktu yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Maka memanfaatkan waktu yang singakt itu bersamamu dengan berbagai kecerian tentu akan menjadi hal yang paling bunga.

Kualitas moment tak ditentukan seberapa banyak waktu yang dipakai, tapi seberapa banyak upaya untuk membuat setiap waktu berharga. Ia ingin, jika saja bisa seperti Stillman untuk memanfaatkan semua waktunya untukmu.

Ia percaya bahwa bukanlah waktu yang lama dan panjang yang mengubah banyak hal. Tapi, hanya waktu yang singkat, mungkin hanya dalam hitungan jam, menit atau bahkan detik.

Malcom, yang tak memiliki menit bermain banyak bersama Barcelona, karena Valverde kurang percaya padanya, hanya butuh waktu dua menit untuk membuktikan dirinya layak jadi pemain yang diandalkan ketika masuk sebagai pemain pengganti saar Barca melawan Inter Milan di Liga Champions. Ia mencetak gol.2

Ia kini sedang memikirkan pertanyaan pada awal tulisan ini. Kamu datang serasa sangat lambat, tapi pulang dengan sangat tergesa. Ia merasa waktu tak cukup untuk kebersamaan itu. Waktu datang dan pergi dengan temali yang tak bisa dipegang selain kenangan di dalamnya

Rumah Kekasih 3-4 Januari 2019