Jarak Paling Dekat dari Rindu



 Ilustrasi Jarak/foto YourTango

dua orang membentang jarak, antara jari telunjuk dan ibu jari.
menanam penantian di tengahnya,
seperti pengembara meminta jeda menarik napas
meyakinkan dirinya telah berjalan jauh

di tepi sebuah jurang, ketakutan tertanam
dua jalan lain jadi pilihan, berjalan atau mundur.
keduanya menawarkan akhir
serupa kunang kunang kelelahan, meminta segera pagi

atau matahari yang mulai gatal menjenguk jendela sepasang kekasih lewat cahaya.
atau rindu yang ngotot melipat jarak agar lebih dekat dari desah napas, melebur diri dalam pelukan di musim yang lupa berganti.

atau aku dalam satu hentak, rindu bergerak laju menabrakkan dirinya di mataku.
 lalu yang ada hanya bayangmu, tak ada antara.
 lebih dekat dari kaki depan dan belakang ketika berjalan sepelan mungkin.

dua orang yang bentangkan jarak itu; aku dan kamu.
dalam satu sempat, pernah ingin saling mengunjungi dalam segelas kopi. mencukupkan kenangan, katamu.

aku ingin bertanya, masihkah kita di mimpi yang sama?
tentang kain sobek yang akan direkatkan jadi baju pengantin di tanggal merah bulan nanti?

aku rasa jarak ini bukan lagi antara jari telunjuk dan ibu jari
tapi antara keraguan dan keyakinan.

Rumah kekasih, 6 Mei 2016

Penuli: Irhyl R Makkatutu